Kisah Pemuda yang Milih Tinggal di Truk Walaupun Bekerja di Google


     Menjadi bagian dari perusahaan raksasa dibidang teknologi layaknya Google merupakan impian sebagian banyak orang. Tak kecuali Brandon, pria berusia 23 tahun itu merupakan salah satu karyawan di perusahaan tersebut, pria yang berasal dari Massachusetts ini pindah ke Mountain View beberapa waktu ini.

     Tak pernah dia bayangkan sebelumnya, di perusahaan yang digawangi Sundar Pichai itu dia diterima sebagai software engineer. Menyenangkan bukan kalau seseorang bisa diterima di google, namun perjuangannya belum selesai.
Di bulan-bulan pertamanya dia memilih tinggal di sebuah apartemen yang berukuran kecil yang tidak jauh dari kantornya. Di sana harga US$ 2000 merupakan harga sewa apartemen termurah kalau di rupiahkan sekitar Rp 27.000.000 itu hanya sewa perbulan.

     Dengan harga yang ditawarkan cukup tinggi dia memutuskan untuk mengambil sebuah resiko dengan menyewa sebuah apartemen termurah tersebut. Dia hidup dengan kondisi seadanya karena pengeluaran biaya yang da keluarkan sudah hamper habis untuk menyewa apartemen itu, dan kondisi ini membuat dia merasa tidak nyaman.
Pada kamis 19 oktober kemarin dia diwawancarai sebuah surat kabar harian local yaitu Business Insider bahwa secara fisik ia bahagia di sebuah apartemen namun dari dalam dirinya ada suatu gejolak, ia merasa bahwa mengapa ia harus mengeluarkan uang secara berlebihan tetapi dia punya kepercayaan yag ia bisa menekan pengeluaranya.
Oleh karenanya, ia memutuskan ingin tinggal di sebuah truk. Dengan Ford tahun 2006 harga sangat miring ia memulai kehidupanya.


     Awalnya sangatlah pilu jika dilihat untuk memutuskan tinggal disebuah truk.Dia berfikir dengan tinggal ditempat yang kecil dia akan dimudahkan semuanya.berkat semangatnya kerja di google dan semangatnya untuk hidup dengan cara sesederhana mungkin dia tidak menhiraukan omongan, cacian, bulian yang dating kepada dirinya. Walaupun tinggal di truk dia merasa bahagia karna dia merupakan bagian dari sebuah perusahaan raksasa.
     
     Jika dilihat ukuran box truk tersebut tidaklah besar, namun ia sudah melengkapi box truk tersebut dengan beberapa ternologi yang mendukung kehidupanya dan dia kembangkan sendiri, salah satunya ialah dia memasang truknya dengan daya listrik sehingga ia tidak membutuhkan pasokan listrik lagi dari luar truknya dan itu membuatnya tidak mengeluarkan biaya.
Tenaga solar dipakainya untuk menhidupkan lampu-lampu yang ada di truknya.Baterai dengan teknologi motion sensitive dipakainya untuk menerangkan isi truknya pada malam hari tak luput perangkat elektronik lainnya.


     Kamarnya yang berada didalam box ditata dengan begitu minimalis. Yang terlihat hanya alas tidur, rak baju, lemari yang ukuran kecil dan barang-barang pribadi miliknya.
Dia menjelaskan bahwa untuk kegiatan atau kebutuhan yang tidak bisa dilakukan di dalam truknya dia lakukan di kantornya, ya dia menggunakan fasilitas kantornya dengan maksimal. Dengan adanya fasilitas mewah yang ada di kantor google dia merasa tidak khawatir. Sebagai contoh dia mandi dan berolahraga di fasilitas kebugaran milik kantornya, kantin Google dia gunakan sebagai tempat untuk makan pagi, siang, dan malam.

     Dia merasa labih bahagia setelah melewati beberapa waktu tinggal di truk miliknya. Dengan memilih tinggal di truknya kondisi finansial pemuda ini menjadi sangat baik, sekarang dia bisa liburan diberbagai kota dan menikmati makan direstoran mewah yang ada di berbagai tempat.
Menurutnya bagaimana dia membahagiakan dirinya sendiri, soal tempat tinggal bukan masalah yang serius. Di kehidupnya sekarang dia bisa menabung atau menyimpan uangnya karena hanya mengeluarkan uang yang tidak terlalu banyak.

Apakah kamu merasa tertarik dengan gaya hidup sederhana dan bahagia seperti ini ?



Previous
Next Post »
Thanks for your comment